Penguatan Pendidikan Karakter

Penguatan karakter peserta didik merupakan salah satu fokus utama dalam peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah. Oleh karena itu, berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan sepanjang tahun 2025 dirancang secara terintegrasi untuk mendukung tercapainya indikator kinerja penguatan karakter, baik melalui penguatan peran orang tua, koordinasi lintas pemangku kepentingan, peningkatan kapasitas pendidik, maupun penguatan kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler. Berikut adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mendukung target kinerja indikator penguatan karakter pada TP 5.

KegiatanTanggalKet
Orang tua sebagai mitra dalam pendidikan dasar14 Februari 2025Non DIPA
Rapat Koordinasi BBPMP dengan Disdik Kab./Kota/ProvinsiMei 2025Non DIPA
Webinar Sosialisasi survey awal implementasi penguatan pendidikan karakter27 Mei 2025Non DIPA
Bimtek Implementasi G7KAIH Jenjang PAUD/SD/SMP dan SMA30 sampai 31 Juli 2025Non DIPA
Monev MPLS17 sampai 19/20 Juli 2025DIPA
Webinar Pemanfaatan Formulir 7 KAIH bagi Murid (TK)27 Agustus 2025Non DIPA
Penguatan kepanduan dan Ekstrakurikuler Lainnya25 sampai 27/28 September 2025DIPA

Dari kegiatan-kegiatan penguatan karakter diatas dapat dilihat keterkaitan dalam mencapai Indikator Kinerja Penguatan Karakter sebagai berikut: 

  1. Orang Tua sebagai Mitra dalam Pendidikan Dasar (14 Februari 2025) Kegiatan ini mendukung indikator penguatan karakter melalui peningkatan keterlibatan keluarga dalam proses pendidikan. Peran orang tua sebagai mitra strategis sekolah memperkuat konsistensi pembentukan karakter antara lingkungan rumah dan sekolah, khususnya dalam penanaman nilai disiplin, tanggung jawab, dan etika sosial. Kolaborasi ini menjadi pondasi penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendukung perkembangan karakter peserta didik secara holistik.
  2. Rapat Koordinasi BBPMP dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi (Mei 2025) Rapat koordinasi berfungsi sebagai penguatan tata kelola dan penyelarasan kebijakan penguatan karakter di tingkat daerah. Melalui koordinasi ini, terjadi kesepahaman program, integrasi kebijakan, serta komitmen bersama dalam mendukung implementasi penguatan pendidikan karakter di satuan pendidikan. Kegiatan ini mendukung indikator kinerja pada aspek dukungan kebijakan dan sinergi antar pemangku kepentingan.
  3. Webinar Sosialisasi Survei Awal Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (27 Mei 2025) Webinar ini mendukung indikator kinerja melalui penyediaan data awal sebagai dasar perencanaan program penguatan karakter. Hasil survei menjadi instrumen penting untuk memetakan kondisi implementasi di satuan pendidikan, mengidentifikasi tantangan, serta menentukan strategi intervensi yang lebih tepat sasaran. Dengan demikian, kebijakan dan program lanjutan dapat disusun berbasis data. 
  4. Bimbingan Teknis Implementasi G7KAIH Jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA (30–31 Juli 2025) Bimtek ini secara langsung mendukung peningkatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam pembelajaran dan budaya sekolah. Implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) menjadi sarana sistematis dalam membentuk karakter positif melalui pembiasaan sehari-hari. Kegiatan ini berkontribusi pada indikator kinerja peningkatan kompetensi pendidik dan kualitas dalam mengawal implementasi 7 KAIH di satuan pendidikan. Kegiatan ini diikuti oleh dinas pendidikan, pengawas, kepala sekolah, guru dan BBPMP Sulawesi Selatan. 
  5. Monitoring dan Evaluasi MPLS (17–19/20 Juli 2025) Monev Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) memastikan bahwa proses adaptasi peserta didik baru berjalan dengan prinsip ramah anak, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter positif. Kegiatan ini mendukung indikator kinerja melalui pengawasan langsung terhadap praktik di lapangan serta perbaikan berkelanjutan terhadap pelaksanaan MPLS sebagai fase awal pembentukan budaya sekolah. 
  6. Webinar Pemanfaatan Formulir 7 KAIH bagi Murid TK (27 Agustus 2025) Webinar ini memperkuat implementasi G7KAIH sejak usia dini dengan mendorong pemantauan pembiasaan karakter secara sistematis. Penggunaan formulir pemantauan membantu guru dan orang tua dalam merefleksikan perkembangan karakter anak secara berkelanjutan. Hal ini mendukung indikator kinerja pada aspek penguatan praktik reflektif dan keterlibatan keluarga dalam pendidikan karakter. Pada webinar ini juga ada berbagi praktik baik dari satuan pendidikan yang telah berhasil mengimplementasikan pemanfaatan formulir 7 KAIH dari semua jenjang. 
  7. Penguatan Kepanduan dan Ekstrakurikuler Lainnya (25–27/28 September 2025) Kegiatan ini mendukung indikator kinerja melalui penguatan pendidikan karakter berbasis aktivitas nyata, seperti kepemimpinan, kerja sama, kemandirian, dan kepedulian sosial. Kegiatan kepanduan dan ekstrakurikuler menjadi wahana strategis dalam menanamkan nilai karakter melalui pengalaman langsung (experiential learning), yang melengkapi pembelajaran di kelas.

Faktor Penyebab keberhasilan pencapaian target Indikator Kinerja: 

Keberhasilan pencapaian target kinerja pada penguatan pendidikan karakter tidak terlepas dari strategi pelaksanaan program yang terencana, kolaboratif, dan berkelanjutan. Berdasarkan rangkaian program dan kegiatan yang telah dilaksanakan di BBPMP Sulawesi Selatan, terdapat beberapa faktor utama yang menjadi penyebab keberhasilan pencapaian target tersebut. 

  1. Kolaborasi dan Komunikasi Intensif Antar Pemangku Kepentingan. Faktor utama keberhasilan pencapaian target penguatan pendidikan karakter adalah terbangunnya kolaborasi dan komunikasi yang intensif antara Tim BBPMP Provinsi Sulawesi Selatan dengan Dinas Pendidikan kabupaten/kota/provinsi serta satuan pendidikan pada seluruh jenjang. 
  2. Penguatan Koordinasi Sejak Tahap Perencanaan Program. Program penguatan pendidikan karakter diawali dengan pertemuan koordinasi antara BBPMP dan Dinas Pendidikan melalui rapat daring (Zoom). Kegiatan koordinasi ini berperan penting dalam menyepakati tujuan, indikator kinerja, serta peran dan tanggung jawab masing-masing pihak. Kesepahaman sejak tahap awal ini menjadi landasan kuat dalam memastikan ketercapaian target yang telah ditetapkan. 
  3. Pembentukan Kanal Komunikasi Khusus yang Efektif. Keberhasilan pencapaian target juga didukung oleh pembentukan grup komunikasi khusus antara BBPMP dan penanggung jawab program penguatan karakter di Dinas Pendidikan. Kanal komunikasi ini berfungsi sebagai media koordinasi teknis, berbagi informasi, pendampingan cepat, serta tindak lanjut hasil kegiatan. 
  4. Implementasi Program yang Terintegrasi dan Berkelanjutan. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan mulai dari rapat koordinasi, sosialisasi survei awal, bimbingan teknis G7KAIH, monitoring dan evaluasi MPLS, hingga penguatan kepanduan dan ekstrakurikuler dirancang secara terintegrasi dan berkesinambungan. 
  5. Keterlibatan Aktif Satuan Pendidikan dan Orang Tua. Keberhasilan pencapaian target juga dipengaruhi oleh meningkatnya keterlibatan satuan pendidikan dan orang tua sebagai mitra dalam pendidikan karakter. Program yang mendorong peran aktif orang tua, serta pemanfaatan instrumen seperti Formulir 7 KAIH, memperkuat kesinambungan pembiasaan karakter antara sekolah dan rumah. Hal ini menjadikan pendidikan karakter lebih konsisten dan berdampak nyata pada perilaku peserta didik.

Hambatan atau permasalahan yang dihadapi dalam mencapai Indikator Kinerja:

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) di satuan pendidikan, secara umum terdapat tiga permasalahan utama yang memengaruhi optimalisasi pencapaian indikator kinerja penguatan pendidikan karakter. Permasalahan tersebut berkaitan dengan keterlibatan orang tua, pemanfaatan instrumen pemantauan, serta praktik baik refleksi berkelanjutan di satuan pendidikan. 

  1. Kurangnya Keterlibatan Orang Tua dalam Penerapan 7 KAIH di Rumah 

    a. Permasalahan pertama adalah masih terbatasnya keterlibatan orang tua dalam menerapkan pembiasaan 7 KAIH di lingkungan keluarga. Sebagian orang tua belum sepenuhnya memahami peran strategisnya sebagai mitra sekolah dalam pendidikan karakter, sehingga pembiasaan nilai-nilai karakter belum berlangsung secara konsisten antara rumah dan sekolah. 

    b. Kondisi ini menyebabkan adanya kesenjangan antara pembiasaan yang dilakukan di satuan pendidikan dengan praktik keseharian peserta didik di rumah. Akibatnya, internalisasi nilai karakter menjadi kurang optimal karena tidak didukung oleh lingkungan keluarga secara berkelanjutan. 

  2. Pemanfaatan Formulir 7 KAIH Belum Optimal di Satuan Pendidikan 

    a. Permasalahan kedua adalah pemanfaatan formulir 7 KAIH sebagai instrumen pemantauan dan refleksi perkembangan karakter peserta didik belum dilaksanakan secara optimal di seluruh satuan pendidikan. Satuan pendidikan belum menjadikan formulir tersebut sebagai bagian integral dari proses pembelajaran dan pembiasaan harian. 

    b. Hal ini berdampak pada terbatasnya data perkembangan karakter peserta didik yang seharusnya dapat digunakan sebagai dasar refleksi, evaluasi, dan perbaikan program. Selain itu, belum optimalnya pemanfaatan formulir juga mengurangi peran guru dan orang tua dalam melakukan pemantauan bersama secara sistematis.

  3. Sekolah Belum Melaksanakan Refleksi atau Catatan Harian Secara Rutin 

    a. Permasalahan ketiga adalah belum rutinnya pelaksanaan refleksi atau pencatatan harian terkait implementasi 7 KAIH di satuan pendidikan. Sebagian sekolah belum membudayakan refleksi sebagai bagian dari proses pembelajaran dan penguatan karakter. 

    b. Ketiadaan refleksi dan catatan harian yang berkelanjutan menyebabkan satuan pendidikan kesulitan dalam mengidentifikasi capaian, kendala, serta praktik baik yang muncul selama pelaksanaan program. Akibatnya, tindak lanjut dan perbaikan program belum sepenuhnya berbasis pada hasil refleksi yang terstruktur.

Langkah antisipasi yang dilakukan dalam rangka mengatasi hambatan dan permasalahan yang dihadapi dalam pencapaian target kinerja 

Dalam rangka mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi pada implementasi penguatan pendidikan karakter, khususnya Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), telah dilakukan sejumlah langkah antisipatif yang bersifat strategis, adaptif, dan kolaboratif. Langkah-langkah ini dirancang untuk memastikan keberlanjutan program serta meningkatkan ketercapaian indikator kinerja tahun 2025

  1. Pengoptimalan Pelaksanaan Program Secara Daring 

    a. Langkah antisipasi pertama yang dilakukan adalah pengoptimalan pelaksanaan program melalui moda daring. Pendekatan ini memungkinkan perluasan jangkauan pendampingan, sosialisasi, dan koordinasi tanpa terbatas oleh jarak dan waktu. Kegiatan seperti sosialisasi, bimbingan teknis, webinar dilaksanakan secara daring untuk memastikan seluruh satuan pendidikan dan pemangku kepentingan tetap terfasilitasi. 

  2. Pemanfaatan Media Sosial melalui Optimalisasi WA Grup 7 KAIH Setiap Jenjang 

    a. Langkah antisipasi berikutnya adalah pemanfaatan media sosial dengan mengoptimalkan penggunaan WhatsApp Group (WA Grup) 7 KAIH pada setiap jenjang pendidikan. WA Grup dijadikan sebagai kanal komunikasi utama untuk berbagi informasi, menyampaikan panduan teknis, mendiskusikan kendala implementasi, serta berbagi praktik baik antar satuan pendidikan. 

  3. Penguatan Kolaborasi dengan Mitra Strategis Pendidikan 

    a. Langkah antisipasi lainnya adalah memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, antara lain Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan Guru Indonesia (IGI), serta organisasi kepanduan dan kemasyarakatan seperti Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), dan organisasi sejenis lainnya. 

    b. Strategi yang dilakukan dalam rangka pencapaian target kinerja tahun 2025

Dalam rangka memastikan ketercapaian target kinerja penguatan pendidikan karakter tahun 2025, BBPMP Provinsi Sulawesi Selatan menetapkan strategi yang terencana, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

  1. Penguatan Tata Kelola melalui Pembentukan PIC dan Tim Karakter per Jenjang.

    Strategi pertama adalah pembentukan Person in Charge (PIC) dan Tim Penguatan Karakter BBPMP Provinsi Sulawesi Selatan untuk setiap jenjang pendidikan. Pembagian peran ini bertujuan untuk memastikan fokus pendampingan, pengendalian program, dan penguatan implementasi 7 KAIH sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing jenjang.

  2. Pembentukan WAG dengan Penanggung Jawab Penguatan Karakter Dinas Pendidikan 

    Strategi selanjutnya adalah pembentukan WhatsApp Group (WAG) yang melibatkan penanggung jawab penguatan karakter pada Dinas Pendidikan kabupaten/kota/provinsi. WAG ini difungsikan sebagai kanal komunikasi utama untuk koordinasi kebijakan, penyampaian informasi teknis, serta sinkronisasi pelaksanaan program antara BBPMP dan Dinas Pendidikan. 

  3. Optimalisasi Kegiatan Daring untuk Pengendalian Progres Implementasi 

    BBPMP Provinsi Sulawesi Selatan memaksimalkan pemanfaatan kegiatan daring sebagai strategi pengendalian progres pelaksanaan penguatan karakter di satuan pendidikan. Kegiatan seperti rapat koordinasi, pendampingan teknis, webinar dilakukan secara daring untuk memastikan keterjangkauan, efisiensi, dan kontinuitas pendampingan. 

  4. Pembentukan WA Grup Satuan Pendidikan per Jenjang 

    Sebagai upaya memperkuat komunikasi langsung dengan satuan pendidikan, dibentuk WA Grup satuan pendidikan per jenjang yang melibatkan satuan pendidikan, Tim BBPMP Provinsi Sulawesi Selatan, serta Dinas Pendidikan. Grup ini berfungsi sebagai ruang diskusi teknis, berbagi praktik baik, serta penyelesaian kendala implementasi 7 KAIH secara kolaboratif. 

  5. Penetapan Sasaran Advokasi G7 KAIH 

    Strategi kunci lainnya adalah penetapan sasaran advokasi implementasi G7 KAIH sebanyak 25% dari total satuan pendidikan, yaitu 3.623 satuan pendidikan dari seluruh jenjang. Satuan pendidikan sasaran advokasi ini diproyeksikan sebagai agen diseminasi yang akan menularkan praktik baik implementasi 7 KAIH kepada satuan pendidikan lainnya. 

  6. Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi melalui Kunjungan Lapangan 

    Untuk memastikan kesesuaian antara perencanaan dan implementasi, dilakukan pelaksanaan monitoring dan evaluasi melalui kunjungan lapangan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata pelaksanaan penguatan karakter, mengidentifikasi praktik baik, serta menemukan kendala yang memerlukan tindak lanjut. 

  7. Optimalisasi Monitoring melalui Dashboard Progres Implementasi 7 KAIH 

    BBPMP Provinsi Sulawesi Selatan juga memaksimalkan pemanfaatan dashboard monitoring progres implementasi 7 KAIH yang telah ditautkan pada aplikasi BBPMP Sulsel yaitu satudik.id. Dashboard ini digunakan sebagai instrumen pemantauan berbasis data untuk melihat tingkat keterlaksanaan program 7 KAIH di masing-masing satuan pendidikan. Strategi ini mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dan berbasis data.

  8. Pelaksanaan Podcast dan Webinar Penguatan Karakter

    Sebagai bagian dari strategi diseminasi dan penguatan pemahaman, dilakukan pelaksanaan podcast dan webinar terkait penguatan karakter di satuan pendidikan. Media ini dimanfaatkan untuk menyebarluaskan kebijakan, praktik baik, serta inspirasi implementasi 7 KAIH secara lebih luas dan menarik. Podcast dan webinar juga berfungsi sebagai sarana refleksi bersama dan penguatan kapasitas pemangku kepentingan pendidikan.